Mengenai Saya

Foto Saya
Aku anak pertama dari tiga bersaudara, dan Aku satu-satunya anak laki-laki yang dilahirkan oleh ibuku dari hasil pernikahan dengan ayahku. saat ini aku sedang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Aku senang menulis, dan membaca, kemudian berteater, bermusik, dan masih banyak lainnya. Saat ini Aku aktif di organisasi kampus, HMI MPO FH UII dan UKM SANGGAR TERPIDANA. Aku bercita-cita menjadi seorang pengacara dan sastrawan.. let's make friendship. =)

MAMPUS !

MAMPUS ENGKAU DITELAN OLEH GANASNYA SAMUDERA !

Yogyakarta, 31 Maret 2012
3:33 WIB

MUAL

Kita semua sudah sama-sama muak
disuguhi oleh hal-hal yang memenuhi kelenjar pembodohan.
Kita semua sudah sama-sama pusing
dengan bising suara-suara yang penuh tipu daya

Kita tak tahu harus percaya lagi kepada siapa dan apa (manusia)
bahkan kita tak tahu sebenarnya ini zaman apa?
Telah menjadi stigma dan merekat kedalam kepala kritis kita
bahwa akan selalu berprasangka buruk pada penguasa yang bukan pemimpin sejati.

Teori-teori konspirasi itu kini semakin jelas adanya
bahwa Dajjal dan kapitalis-kapitalis itu,
perlahan akrab dalam setiap nafas dan perjalanan.
simbol-simbol kemegahan dan kejayaan tak ubahnya seperti lintah yang berkamuflase.

Kita sama-sama bingung
Kita sama-sama marah
tapi kita tak tahu harus bagaimana.
Sistem jahat itu telah meringsek dan menjalar begitu dalam.

Ini membuat kita menjadi mual,
membuat semua orang ingin memuntahkan isi dalam perutnya
tapi begitu banyak aturan yang melarang
dan begitu gila lantai yang ingin diludahi itu

Tak bisa berbuat apa-apa
beresiko larut didalamnya
dan semakin lama menganggap ini semua hal biasa
menunggu langit runtuh dan kita tak siap menghadapinya?

Yogyakarta 31 Maret 2012
3:31 WIB

APA INI


Ulah siapa ?

Yang menghapus kabut dari partikel udara,
atom demi atom,
proton-neutron demi proton-neutron,

Ada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditampilkan,
biarkan mata ini mengikuti sebagaimana kaki melangkah.
karena ada tampilan yang sebenarnya adalah pergelutan pikiran dan perasaan sendiri
yang seringkali tak beralasan.

Ditipu,
otak kiri memproduksi daya nalar yang kritis,
menghinggapi setiap imajinasi dan mimpi
kemudian menggerogotinya perlahan
menampilkan sebuah kenyataan.

Kenyataan atau hanya khayalan tandingan?
Aku tidak tahu. Tapi yang kutahu fakta itu,
adalah sesuatu yang dilihat, didengar, dan dialami sendiri.
Selain itu tentu sebuah prasangka.

Yogyakarta 28-3-2012
23:18 WIB

HANTU HANTU DALAM KEPALA

Aku dihantui oleh pikiran-pikiran yang kuciptakan sendiri,
dari hasil prasangka yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
Penilaian yang begitu dangkal,
dan kenaifan yang merajai diri.

Aku dikejar oleh bayangan yang kuciptakan sendiri,
namun timbul secara naluriah
seperti kecurigaan yang timbul secara alamiah
namun tetap belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Aku tak seharusnya terjangkit pertanyaan-pertanyaan semacam itu
sungguh suatu kepicikan dan kenaifan yang menjadi-jadi
obsesi yang melupakan segala unsur-unsur baik
dan siap berubah menjadi ambisi.

Karena itu seharusnya aku menggali kedalaman hati
melapangkannya dan bersiap dari segala kemungkinan
mengubur pertanyaan ini
lalu menunggu kenyataan atau kejujuran yang akan muncul sendiri.

KALUT

Dimalam yang berang,
tiada terang yang menerjang.
hanya bisa terlentang,
dalam debar jantung seperti genderang.

PRODUKTIF

Ternyata saya masih cukup produktif, meski masih jauh dari harmoni dan tempo yang rapi.
Musik yang lembut kadang ada hentakan sana-sini harmoni semakin lama semakin ramai saling beradu.

Don't Sorrow            (Track 1)
Miracle of Longing  (Track 2)

Musik ini mempunyai visi dan terinspirasi padamu terkasihku, dan teruntuk kamu.

Yogykarata, 24-25 Januari 2012

TUDINGAN !

TUDINGAN !

     Sintaksis, Metafor, Semiotik-semiotik yang rumit tertorekhan supaya terceremin nilai estetika yang tinggi, tapi pada kenyataanya etika bahkan logika bahasa tercampakkan. lalu apa yang dicari lagi? dimana letak keindahan itu jika kamu sendiri tidak mengetahui maknanya dengan jelas? bahkan parahnya kamu selalu menolak ketika dikritisi untuk dikaji setiap huruf, kata, lalu kalimatnya, kau bilang itu hanyalah omongkosong. oh tapi aku tidak berpandangan demikian, kajian itu yang akan menggiring kita menuju logika dan etika yang tepat. ah kamu masih saja seperti tokek, memanggil namamu sendiri. nilai-nilai kebodohan dan kesalahan yang kau lontarkan untuk orang-orang, sebenarnya itu juga melekat pada dirimu, diri kita juga. berkata-kata tak jelas, terlalu suci namun tak juga mengerjakannya. buat apa berkata-kata jika itu hanya akan membunuh diri sendiri? petimbangkan saja dulu logika dan etika baru kau kaji estetika.

Yogyakarta, 21 Januari 2012
01.11 WIB