Tampilkan postingan dengan label Saya Rekomendasikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya Rekomendasikan. Tampilkan semua postingan

Ayah Pulang #cerpen #rekomendasi


“Ayah Pulang”

(Karya: Rahman Yaasin Hadi)


Hidup sebagai kepala keluarga yang beristri dan memiliki anak, di zaman sekarang ini ternyata sudah berbeda. Dulu waktu saya masih kecil, ketika Bapak pulang, saya, kakak, dan ibu saya, rajin menyambut Bapak dengan hangat.


Waktu itu kadang Ibu, kadang saya, kadang juga kakak saya rajin berseru; “Bapak pulang!” Setelah itu kami berhamburan dari kegiatan masing-masing, berkumpul menuju pintu masuk rumah, lalu antre satu-persatu untuk menciumi tangan Bapak. Setelah Bapak duduk kami berebutan untuk mencopoti sepatu serta kaus kaki beliau. Kami senang jika Bapak pulang, apalagi lebih senang rasanya jika Bapak membawa sesuatu, misalnya; makanan, atau bahan makanan untuk dimasak bersama-sama. Kepulangan Bapak selalu ditunggu-tunggu, sebab bukan hanya karena senang, tapi itu juga bentuk penghormatan kami pada beliau, yang sudah lelah bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarga.

Seperti yang saya katakan di awal tadi, lain dulu lain sekarang. Sebenarnya ingin sekali saya sebagai ayah ataupun suami diperlakukan istimewa ketika pulang. Tapi boro-boro distimewakan, disambut saja bisa dihitung jari. Seharian bekerja itu lelah, tapi lebih lelah lagi ketika mendapati rumah terasa dingin. Saya merasa seperti diacuhkan. Ketika saya pulang, istri dan anak-anak saya sibuk sendiri. Kadang malah mereka tidak ada dirumah, entah kemana. Saya maklumi, mungkin karena sosok ayah sudah tidak sentral lagi seperti dulu. Saya juga maklum, sebab istri saya juga bisa bekerja sendiri, bahkan gajinya lebih besar dari saya. Ya, saya maklum.


Komitmen Anak Muda #cerpen #rekomendasi

“Komitmen Anak Muda”
(Karya: Rahman Yaasin Hadi)

Ada sepasang kekasih baru, yang usianya masih muda. Sang lelaki bernama ‘Santiago’, dan yang perempuan bernama ‘Luciane’. Dalam usia pacaran yang muda, mereka ingin membuat suatu komitmen dalam sebuah perjanjian. Perjanjian untuk tidak saling menyakiti – meninggalkan – dan menghianati.

“Luciku terkasih, kiranya kita masih merasa trauma dengan sakit hati asmara sebelumnya. Jadi bagaimana jika kita membuat suatu perjanjian?”

“Ya Santiku yang gagah, putus cinta itu terasa pedih, aku berpikir; kenapa seseorang yang jika sudah saling mencintai dan menyayangi harus berpisah? Bukankah cinta itu saling bersabar dan menjaga? Oleh karena itu aku setuju dengan usulanmu. Namun perjanjian yang bagaimanakah itu?”

“Luciku yang baik, bagaimana jika kita membuat komitmen untuk tidak saling menghianati dan meninggalkan?”

“Ya Santiku yang rupawan, lantas bagaimana dengan hukuman bagi yang melanggarnya?”

“Luciku yang menawan, bagaimana jika, salah satu dari kita yang melanggarnya duluan, dia akan disayat bibirnya dengan belati yang tajam?”


Mengenai Saya

Foto saya
Mari berteman, Twitter: @RahmanYH